Adzan dhuhur berkumandang, ketika ku susuri jalan ini hari ini. Dengan sandal jepit dan topi nike, cukup mengurangi efek panas yang membakar kota. Dengan sesekali mengernyitkan dahi, aku lewati jalan aspal dan berdebu akibat kendaraan yang berlalu lalang bersama langkahku.
"Mas, tadi ada yang nyari..." sapa istriku menyapa kedatanganku di rumah kontrakan yang sudah lima bulan ini kami tinggali. "Siapa..?" jawabku. "Nggak tau mas, tadi cuma ningalin nomer HP, mas disuruh nelpon ke nomor ini", terang istriku sambil menyodorkan secarik kertas putih. "Iya deh, nanti mas telpon. Mas mau sholat dzuhur dulu". jawabku sambil bergegas menuju kamar mandi.
"Mas, tadi ada yang nyari..." sapa istriku menyapa kedatanganku di rumah kontrakan yang sudah lima bulan ini kami tinggali. "Siapa..?" jawabku. "Nggak tau mas, tadi cuma ningalin nomer HP, mas disuruh nelpon ke nomor ini", terang istriku sambil menyodorkan secarik kertas putih. "Iya deh, nanti mas telpon. Mas mau sholat dzuhur dulu". jawabku sambil bergegas menuju kamar mandi.
